Amazon EC2 (Elastic Compute Cloud) adalah layanan pilar di AWS yang setara dengan konsep Virtual Private Server (VPS). EC2 menyediakan komputer virtual, yang dikenal sebagai Instans (Instances), berjalan di dalam pusat data AWS.
Karakteristik inti EC2
EC2 dirancang untuk fleksibilitas dan kendali penuh atas lingkungan server Anda:
- Kebebasan sistem operasi: Pilih sistem operasi yang sesuai kebutuhan aplikasi Anda, mulai dari berbagai distribusi Linux (Ubuntu, Amazon Linux, Red Hat) hingga Windows Server.
- Fleksibilitas kapasitas komputasi: Pilih Instance Types berdasarkan beban kerja. Anda bisa memulai dari
t3.micro untuk kebutuhan minimal (1 vCPU, 1 GB RAM) hingga instans masif dengan ratusan GB RAM khusus untuk Machine Learning atau pemrosesan in-memory database.
- Elastisitas komputasi: Anda dapat dengan mudah menyesuaikan skala instans secara vertikal (scale up/down) untuk mengubah kapasitas hardware, atau menyesuaikan skala secara horizontal (scale out/in) untuk memperbanyak jumlah instans seiring fluktuasi traffic.
- Penagihan Pay-as-you-go: EC2 menagih pemakaian komputasi (CPU dan memori) Anda dalam hitungan detik (untuk instans tertentu) hanya saat status instans menyala (running). Anda tidak dikenakan biaya komputasi saat instans dimatikan (stopped).
Kasus penggunaan umum
Amazon EC2 merupakan tulang punggung bagi arsitektur infrastruktur konvensional. Gunakan EC2 ketika Anda membutuhkan:
- Menjalankan aplikasi web standar (seperti CMS WordPress, aplikasi Laravel, atau Django) yang mengharuskan kontrol root atau administrator ke sistem operasi.
- Memproses beban komputasi berat dan berjangka waktu panjang, seperti rendering objek 3D atau simulasi data kompleks.
- Menyediakan wadah (host) untuk kontainer Docker, misalnya ketika membangun cluster mandiri untuk Amazon ECS atau Kubernetes.
- Mengkonfigurasi server database spesifik secara manual (meskipun Amazon RDS lebih diutamakan untuk kebutuhan relational database siap pakai).
Last modified on July 22, 2026