Skip to main content

Pengenalan wireless MikroTik

MikroTik RouterOS mendukung berbagai standar komunikasi wireless seperti 802.11a/b/g/n/ac. Perangkat MikroTik yang memiliki antarmuka wireless (seperti seri hAP, wAP, atau RB951) dapat dikonfigurasi dalam berbagai mode jaringan sesuai kebutuhan. Beberapa mode wireless yang umum digunakan:
  • AP Bridge: Berfungsi sebagai Access Point utama untuk melayani banyak client.
  • Station: Berfungsi sebagai client yang menerima koneksi dari sebuah Access Point.
  • Bridge: Digunakan untuk koneksi point-to-point antar dua perangkat router.
Kamu akan menggunakan fitur ini ketika membuat jaringan hotspot WiFi, membangun koneksi nirkabel jarak jauh, atau sekadar memperluas jangkauan jaringan di laboratorium.

Konfigurasi sebagai Access Point (AP Bridge)

Langkah pertama adalah membuat security profile (profil keamanan) untuk memberikan kata sandi pada jaringan WiFi yang akan dibuat. Setelah itu, kamu bisa mengaktifkan dan mengonfigurasi antarmuka wlan1.

Membuat security profile

  1. Buka menu Wireless dari bilah sisi.
  2. Pindah ke tab Security Profiles.
  3. Klik tombol + (Add) untuk membuat profil baru.
  4. Isi Name dengan nama profil, contohnya profile1.
  5. Ubah Mode menjadi dynamic keys.
  6. Centang opsi WPA2 PSK pada bagian Authentication Types.
  7. Masukkan kata sandi WiFi pada kolom WPA2 Pre-Shared Key.
  8. Klik OK untuk menyimpan profil.

Mengaktifkan dan mengatur antarmuka wireless

  1. Kembali ke menu Wireless, lalu pilih tab WiFi Interfaces atau Interfaces.
  2. Klik dua kali pada antarmuka wlan1.
  3. Pindah ke tab Wireless.
  4. Ubah Mode menjadi ap bridge.
  5. Atur Band ke 2GHz-B/G/N (atau sesuaikan dengan kemampuan perangkat keras).
  6. Isi SSID dengan nama jaringan WiFi yang kamu inginkan, misalnya TKJ-LAB.
  7. Atur Frequency ke auto atau pilih channel tertentu untuk menghindari interferensi.
  8. Pada bagian Security Profile, pilih profile1 yang sudah dibuat sebelumnya.
  9. Klik OK.
  10. Pastikan antarmuka menyala. Jika ikonnya masih redup atau ada tanda silang (X), klik wlan1 dan tekan tombol Centang biru (Enable) di bagian atas.

Menambahkan alamat IP dan DHCP Server

Setelah jaringan nirkabel memancarkan sinyal, perangkat client membutuhkan konfigurasi jaringan agar bisa terhubung ke internet atau perangkat lain. Berikan alamat IP pada antarmuka wlan1:
Selanjutnya, pasang layanan DHCP Server agar perangkat client mendapatkan alamat IP secara otomatis. Kamu bisa membaca panduan lengkapnya di halaman DHCP Server yang terkait.

Konfigurasi sebagai Station (Client WiFi)

Selain sebagai pemancar, MikroTik juga dapat menangkap sinyal WiFi dan bertindak sebagai client menggunakan mode Station. Mode ini berguna ketika router mengambil sumber internet dari Access Point lain tanpa menggunakan kabel. Untuk menghubungkan router ke Access Point lain:
  1. Ubah Mode antarmuka wlan1 menjadi station.
  2. Gunakan fitur Scanner untuk mencari jaringan yang tersedia.
    • Di CLI, kamu bisa menjalankan perintah /interface wireless scan wlan1.
  3. Hubungkan ke SSID tujuan dan pastikan kamu menggunakan security profile dengan kata sandi yang cocok dengan Access Point tersebut.

Memantau perangkat yang terhubung

Kamu bisa melihat daftar lengkap perangkat yang saat ini terhubung ke Access Point MikroTik melalui tabel registrasi. Buka menu Wireless lalu pindah ke tab Registration. Di sana kamu akan melihat alamat MAC, kekuatan sinyal (TX/RX), dan durasi koneksi masing-masing client. Melalui CLI, jalankan perintah ini:

Tips keamanan wireless

  • Gunakan WPA2 atau WPA3: Selalu gunakan standar enkripsi minimal WPA2-PSK. Jangan gunakan WEP karena sangat mudah dibobol.
  • Sembunyikan SSID: Jika jaringan digunakan khusus untuk staf atau backbone, opsi Hide SSID dapat diaktifkan agar tidak terlihat saat pemindaian normal.
  • Gunakan Access List: MikroTik memiliki fitur Access List untuk membatasi perangkat mana saja (berdasarkan alamat MAC) yang boleh terhubung ke jaringan WiFi.
Last modified on July 21, 2026