Pengenalan DNS
Domain Name System (DNS) adalah sistem yang berfungsi untuk menerjemahkan nama domain (seperti google.com) menjadi alamat IP (seperti 142.250.190.46).
Fungsi utama DNS sangat krusial dalam jaringan karena manusia lebih mudah mengingat nama domain berupa teks daripada deretan angka alamat IP. Pada MikroTik, konfigurasi DNS yang tepat sangat penting agar router dan perangkat di bawahnya (klien) dapat terhubung ke internet dan mengakses berbagai layanan web dengan menggunakan nama domain.
DNS pada MikroTik
Router MikroTik memiliki beberapa peran terkait DNS:
- DNS Client: MikroTik dapat dikonfigurasi untuk meneruskan (forward) setiap permintaan resolusi domain ke server DNS utama (upstream DNS), seperti DNS dari ISP atau DNS publik (misalnya Google DNS atau Cloudflare DNS).
- DNS Cache: MikroTik akan menyimpan hasil resolusi DNS sebelumnya ke dalam memori (cache). Hal ini mempercepat proses resolusi untuk permintaan domain yang sama di masa mendatang dan menghemat penggunaan bandwidth.
- Allow Remote Requests: Fitur ini memungkinkan klien yang terhubung ke jaringan lokal menggunakan alamat IP router MikroTik sebagai server DNS mereka. MikroTik akan melayani permintaan resolusi domain dari klien.
Konfigurasi DNS
Kamu dapat mengonfigurasi DNS melalui antarmuka grafis (Winbox) maupun baris perintah (CLI).
Melalui Winbox (GUI)
- Buka Winbox dan login ke router.
- Klik menu IP > DNS.
- Pada kolom Servers, masukkan alamat IP DNS server (misalnya
8.8.8.8 dan klik tanda panah bawah untuk menambahkan 8.8.4.4).
- Centang opsi Allow Remote Requests agar klien lokal dapat menggunakan router sebagai DNS server.
- Klik Apply lalu OK.
Melalui Terminal (CLI)
Gunakan perintah berikut untuk mengatur DNS server dan mengaktifkan remote requests:
DNS Static
DNS Static digunakan untuk menambahkan entri DNS secara manual. Fitur ini berguna untuk mengarahkan nama domain khusus ke alamat IP tertentu di jaringan lokal.
Beberapa kegunaan DNS Static:
- Custom Hostname: Memberikan nama domain lokal untuk server atau perangkat di jaringan (misal:
server.local).
- Redirect Domain: Mengalihkan lalu lintas domain tertentu ke IP lain.
- Blokir Situs: Mengarahkan domain yang ingin diblokir ke alamat IP palsu atau tidak valid (seperti
127.0.0.1).
Menambahkan DNS Static
Sebagai contoh, untuk mengarahkan domain server.local ke alamat IP 192.168.10.100:
Melalui Winbox:
- Buka menu IP > DNS.
- Klik tombol Static.
- Klik tombol + (Tambah).
- Isi Name dengan
server.local dan Address dengan 192.168.10.100.
- Klik OK.
Melalui Terminal (CLI):
Verifikasi Konfigurasi
Setelah melakukan konfigurasi, pastikan pengaturan DNS sudah berjalan dengan baik.
Untuk melihat pengaturan DNS saat ini:
Untuk melihat daftar cache DNS yang tersimpan:
Uji koneksi dengan melakukan ping ke domain publik dari router:
Terakhir, pastikan klien di jaringan lokal juga dapat melakukan resolusi domain. Cobalah mengakses internet atau lakukan ping ke domain dari perangkat klien.
DNS Cache
Seiring berjalannya waktu, cache DNS akan menumpuk. Terkadang, jika terjadi perubahan alamat IP pada sebuah domain, cache lama yang tersimpan dapat menyebabkan masalah akses.
Dalam kondisi ini, kamu bisa menghapus (flush) cache DNS agar MikroTik meminta alamat IP terbaru dari upstream DNS:
Melalui Winbox:
- Buka menu IP > DNS.
- Klik tombol Cache.
- Klik tombol Flush Cache.
Melalui Terminal (CLI):
Last modified on July 21, 2026