> ## Documentation Index
> Fetch the complete documentation index at: https://tkjskanesga.mintlify.site/llms.txt
> Use this file to discover all available pages before exploring further.

# Backup, Restore, dan Export Script

> Panduan lengkap cara melakukan backup, restore, dan export konfigurasi pada MikroTik RouterOS

## Pengenalan

Melakukan backup konfigurasi router adalah salah satu praktik terpenting dalam mengelola jaringan. Backup memungkinkan kamu untuk mengembalikan kondisi router ke keadaan normal jika terjadi kesalahan konfigurasi atau kerusakan perangkat keras.

Kamu perlu melakukan backup pada saat:

* Sebelum melakukan pembaruan (update) versi RouterOS.
* Sebelum melakukan perubahan besar pada konfigurasi (misalnya mengubah topologi routing atau aturan firewall yang kompleks).
* Secara rutin berkala sebagai bagian dari pemeliharaan (maintenance) jaringan.

MikroTik menyediakan dua metode utama untuk menyimpan konfigurasi, yaitu **Binary Backup** dan **Export Script**. Keduanya memiliki kegunaan dan karakteristik yang berbeda.

Refrensi video bisa lihat dibawah ini :

<iframe className="w-full aspect-video rounded-xl" src="https://www.youtube.com/embed/4e6wwXsiDu0" title="YouTube video player" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowFullScreen />

## Binary Backup (.backup)

Binary backup adalah metode penyimpanan yang menghasilkan file biner (berekstensi `.backup`). File ini menyimpan seluruh konfigurasi secara penuh, termasuk password, sertifikat keamanan, user management, dan MAC Address dari interface.

<Warning>
  File `.backup` sebaiknya hanya di-restore ke router yang sama atau router lain dengan model fisik yang sama persis. Jika di-restore ke model yang berbeda, konfigurasi interface bisa berantakan.
</Warning>

### Cara Melakukan Backup

#### Via Winbox

1. Buka menu **Files** di sebelah kiri.
2. Klik tombol **Backup** (ikon folder dengan tanda panah ke atas).
3. Isi kolom **Name** dengan nama file backup (misalnya `backup-sebelum-update`).
4. (Opsional) Isi **Password** jika ingin mengenkripsi file backup.
5. Klik **Backup**. File akan muncul di dalam daftar file.

#### Via CLI

Gunakan perintah berikut di terminal:

```bash theme={null}
/system backup save name=backup-2024
```

*Catatan: File hasil backup akan tersimpan secara lokal di storage router.*

### Cara Melakukan Restore

<Note>
  Setelah proses restore selesai, router akan melakukan *reboot* (restart) secara otomatis untuk menerapkan konfigurasi baru.
</Note>

#### Via Winbox

1. Buka menu **Files**.
2. Pilih file `.backup` yang ingin dikembalikan konfigurasinya.
3. Klik tombol **Restore**.
4. Konfirmasi dengan klik **Yes**.

#### Via CLI

Gunakan perintah berikut:

```bash theme={null}
/system backup load name=backup-2024.backup
```

## Export Script (.rsc)

Export Script adalah metode penyimpanan yang menghasilkan file teks murni (berekstensi `.rsc`). File ini berisi barisan perintah CLI (Command Line Interface) yang bisa dibaca dan diedit menggunakan teks editor biasa seperti Notepad atau VS Code.

Kelebihan utama metode ini adalah fleksibilitasnya. Script ini dapat dipindahkan dan digunakan (di-import) ke router yang berbeda jenis dan modelnya, asalkan versi RouterOS tidak terpaut terlalu jauh. File hasil export tidak menyimpan password dari akun pengguna router.

### Cara Melakukan Export (Hanya CLI)

Untuk mengekspor seluruh konfigurasi router:

```bash theme={null}
/export file=export-config
```

Kamu juga bisa mengekspor hanya bagian tertentu saja. Misalnya, hanya ingin menyimpan konfigurasi IP Address:

```bash theme={null}
/ip address export file=ip-config
```

Untuk mengekspor hanya konfigurasi yang berubah dari *default* (menghilangkan konfigurasi bawaan agar script lebih ringkas):

```bash theme={null}
/export compact file=export-compact
```

### Cara Melakukan Import (Hanya CLI)

Untuk menjalankan perintah dari file script `.rsc` ke router:

```bash theme={null}
/import file=export-config.rsc
```

Pastikan file `.rsc` sudah berada di menu **Files** pada router tersebut.

## Mengunduh File dari Router

File konfigurasi yang sudah dibuat (baik `.backup` maupun `.rsc`) akan tersimpan di dalam memori internal router. Jika terjadi kerusakan fisik pada router, file tersebut akan ikut hilang. Oleh karena itu, penting untuk memindahkannya ke komputer lokal.

**Via Winbox:**

1. Buka menu **Files**.
2. Cari file yang ingin diunduh.
3. *Drag and drop* (seret dan lepaskan) file tersebut dari jendela Winbox langsung ke desktop atau folder di komputermu.

**Via FTP / SFTP:**
Kamu juga bisa menggunakan aplikasi FTP client seperti FileZilla. Cukup masukkan IP Address router, gunakan port 21 (FTP) atau 22 (SFTP/SSH), lalu login menggunakan *username* dan *password* routermu.

## Reset Konfigurasi

Jika terjadi kesalahan fatal dan kamu ingin mengembalikan router ke kondisi awal pabrik, kamu bisa melakukan reset konfigurasi.

Untuk mereset router via CLI:

```bash theme={null}
/system reset-configuration
```

Jika kamu ingin mereset router dan langsung me-load file `.backup` tertentu setelah proses reset selesai:

```bash theme={null}
/system reset-configuration run-after-reset=backup-2024.backup
```

## Best Practices Backup

Untuk menjaga keamanan dan keberlanjutan jaringan, perhatikan hal-hal berikut:

1. **Lakukan backup sebelum proses update RouterOS**, sehingga kamu bisa melakukan *downgrade* dan memulihkan kondisi dengan aman jika update gagal atau *buggy*.
2. **Jangan simpan backup hanya di router**. Selalu unduh file hasil backup ke komputer, hardisk eksternal, atau layanan cloud storage.
3. **Gunakan format penamaan file yang rapi**, sebaiknya cantumkan tanggal dan tujuan/status backup. Contoh: `R1-Core-20241028-sebelum-bgp-update.backup`.
4. **Manfaatkan Export Script untuk dokumentasi**. File teks `.rsc` sangat mudah dibaca. Kamu bisa menggunakan Git (version control) untuk melacak perubahan konfigurasi router dari waktu ke waktu.
